Melangkah Lewat Kata-Kata (Cerita Pendek)
Melangkah Lewat Kata-Kata Karya Abraham Prisa Utama Kelas X A Maharba duduk diam di kamarnya yang tenang. Hanya ditemani denting jarum jam dan semilir angin sore dari jendela besar yang terbuka lebar. Di luar sana, pohon-pohon bergoyang, dan langit memerah seperti kanvas yang dilukis mentari. Semuanya itu indah, tapi baginya, itu hanyalah dunia yang hanya bisa dipandang dari balik kaca. Di usia 16 tahun, Maharba tak lagi melangkah keluar rumah. Bukan karena tak mau, tapi karena tak mampu. Sebuah kecelakaan mencuri langkahnya, hingga ia berakhir di sini, di sudut kamar yang menjadi saksi bisu, ditemani kursi rodanya yang setia. Di atas meja, tergeletak sebuah buku bersampul cokelat tua sedikit lusuh, namun masih terawat. Di pojok kanan bawah sampulnya, tertulis sebuah nama dengan tinta emas yang nyaris pudar: Adnan. Buku itu berisi lembaran-lembaran tebal dengan coretan tangan sang Ibu. Mulanya ia anggap remeh, hingga akhirnya menjadi jejak terakhir kehadiran Ibu dalam hidupnya, s...